18 Calon Anggota Dewan Pendidikan

18 Calon Anggota Dewan Pendidikan - DusunSeo - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi informasi seputar 18 Calon Anggota Dewan Pendidikan, sebelumnya berbagi informasi Syarat Mengajar Guru 24 Jam Per Minggu tak Bisa Ditawar Lagi.

Dewan Pendidikan (Wandik) Purwakarta mulai menjaring pengurus baru untuk periode 2014-2019. Hingga kini Panitia Seleksi (Pansel) sudah menerima 18 berkas pendaftar yang memenuhi syarat dari kuota 11 orang untuk pengurus baru.

Dewan Pendidikan
Sesuai Keputusan Bupati Purwakarta nomor 420.05/kep.471/2014 tentang Penetapan Panitia Pemilihan periode 2014-2019 hingga saat ini pembukaan masih dibuka. Salah seorang Pansel Wandik Denhas Mubarok TA mengatakan seleksi tersebut sesuai dengan periodisasi kepengurusan Wandik.

"Mengingat kepengurusan Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta telah habis maka dengan itu keluar Keputusan Bupati," kata Denhas kepada Pasundan Ekspres (JPNN grup), Selasa (27/5).

Ia menyampaikan, dalam ranah pengambilan kebijakan pendidikan, Wandik sebetulnya berperan besar. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat diimbangi dengan rekomendasi Wandik berdasarkan pertimbangan akademis.

Namun sejauh ini menurutnya, dalam setiap kebijakan pendidikan terkadang masukan dari Wandik dirasa masih belum maksimal, maka diharapkan dengan kepengurusan baru ini diharapkan Wandik berperan penting.

"Walaupun dalam ranah kebijakan kita memiliki hak suporting dan hak pertimbangan berkaitan dengan pengambilan keputusan, sosialisasi Perda atau Perbup. Terkadangkan kita selalu tidak dilibatkan atau memang dinas selalu lupa untuk menghadirkan Dewan Pendidikan," paparnya.

Ke depannya dengan pengurus baru menurut Denhas kinerja Wandik harus lebih baik. Karena dalam setiap kebijakan pendidikan, Wandik pun turut bertanggungjawab kepada masyarakat atas hasil kebijakan tersebut.

"Yang pasti ke depan semoga konsolidasi, komunikasi antar lembaga semakin baik demi pendidikan Purwakarta yang istimewa dan lebih berkualitas," imbuh Denhas.

Ada komite ada juga Dewan Pendidikan dan penting untuk diketahui bahwa Dewan Pendidikan bukan lembaga struktural Pemerintah Daerah dalam hal lain Dinas Pendidikan, tetapi Wandik adalah bagaian dari partnership atau mitra.

Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan itu tentu tidak lepas dari komponen yang penting, yakni peran serta masyarakat. Untuk para pendaftar tentu ada kategori dan persyaratan sesuai PP nomor 17 pasal 195.

Sementara Pansel sudah melakukan rapat kepanitiaan beberapa kali, dan hasilnya cukup maksimal. Sebab partisipasi masyarakat baik itu dari kalangan profesi pendidik, atau akademisi, tokoh masyarakat, agamawan dan pakar hukum pun ikut berperan aktif mendaftar.

"Sebagaimana yang tertuang dalam UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa eksistensi dewan pendidikan adalah sebagai lembaga mandiri yang dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan, jadi jauh dari sisi politis," jelasnya.

Sebagai panitia maka harus selektif dan se-objektif mungkin, sesuai orientasi dasar yakni mengedepankan pengabdian, bukan orientasi lain. Sampai saat ini yang mendaftar dengan persyaratan yang lengkap baru sekitar 18 orang, dan ini hampir memenuhi kuota maksimal.

"Sebab sesuai aturan yang baru ternyata pengurus Dewan Pendidikan kabupaten atau kota maksimal 11 orang," pungkasnya.

Demikian informasi seputar 18 Calon Anggota Dewan Pendidikan semoga bermanfaat buat Anda semuanya.



Syarat Mengajar Guru 24 Jam Per Minggu tak Bisa Ditawar Lagi

Syarat Mengajar Guru 24 Jam Per Minggu tak Bisa Ditawar Lagi - DusunSEO - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi informasi seputar Syarat Mengajar Guru 24 Jam Per Minggu tak Bisa Ditawar Lagi, sebelumnya berbagi informasi Pemerintah Pangkas Jumlah Anak Penerima BSM.

Perbedaan penafsiran mengenai ketentuan pencairan tunjangan profesi para guru di Bontang akhirnya terselesaikan. Polemik yang sempat menggalaukan para guru itu berakhir setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang mendatangkan tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberikan penjelasan secara lansung.

Perwakilan Kemendikbud yang hadir adalah Kasubdit Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Sumarno, dan Pelaksana Pengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud Sukirno.

Sumarno menjelaskan, aturan mengajar minimal 24 jam dalam seminggu menjadi  syarat mutlak mendapatkan tunjangan profesi. Jadi, guru yang mengajar di bawah  24 jam otomatis tidak mendapatkan tunjangan tersebut.

Namun, yang menjadi banyak pertanyaan para guru adalah bagaimana jika mereka harus izin karena keperluan mendadak?  Kata Sumarno, guru dapat mengganti di hari yang lain dalam minggu itu. Caranya guru dapat bertukar waktu mengajar dengan guru lainnya.

“Yang terpenting adalah memenuhi jam mengajar minimal 24 jam dalam seminggu. Jika tidak, maka tidak akan mendapat tunjangan profesi selama satu bulan. Kalau memenuhi aturan, tunjangan akan tetap dibayarkan,” jelas Sumarno.

Dia juga mengatakan, guru yang tidak dapat memenuhi waktu mengajar selama 24 jam karena cuti, praktis tunjangan profesi juga tidak diberikan. Hal itu diutarakan setelah Sumarno menerima beberapa pertanyaan dari beberapa guru terkait hal tersebut.

“Intinya jika tidak memenuhi persyaratan (mengajar minimal 24 jam dalam seminggu, Red.) maka tidak menerima tunjangan, karena regulasinya demikian,” jelasnya.

Ditemui usai kegiatan, Sekretaris Disdik Bontang, Bambang mengatakan sosialiasi tersebut bertujuan menyamakan penafsiran terkait tunjangan profesi para guru. Para guru diberikan kesempatan menayakan dan memberi masukan segala hal terkait permasalahan itu. Hasilnya, pihak  kementerian akan menyampaikan tiga hal yang akan di addendum di pusat nanti berdasarkan masukan dari guru.

Diantaranya, pengecualian bagi guru yang ijin karena keperluan mendadak, sehingga tidak dapat memenuhi jam mengajar selama 24 jam dalam seminggu. Selain itu pihak kementerian juga akan melakukan penghapusan tunjangan profesi bagi guru swasta yang diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Beberapa usulan itu akan ditelaah kembali oleh Kemendikbud dan beberapa instansi terkait,  diantaranya Irjen Kemendikbud, Biro Kemendibud, dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pebangunan. Red.) rencananya hari Senin, (besok, Red.),” ungkap Bambang.

Dia menambahkan, Disdik akan berupaya mencairkan tunjangan bagi guru yang memenuhi persyaratan dalam waktu dekat. Namun, dia menekankan dalam hal pencairan pihaknya harus tetap bekerja sama dengan Dinas Pengelolaan, Pendapatan, Keuangan, dan Aset (DPPKA) Bontang.

Sebelumnya,  para guru sempat khawatir karena jika hanya gara-gara kurang sejam tidak mengajar tunjangan sertifikasi tidak akan cair, dan kekurangan sejam mengajar itu tidak dapat digantikan.


Demikian informasi seputar Syarat Mengajar Guru 24 Jam Per Minggu tak Bisa Ditawar Lagi semoga bermanfaat buat Anda semuanya.



Pemenang Anugerah Riset Sobat Bumi 2014

Pemenang Anugerah Riset Sobat Bumi 2014 - DusunSEO - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi informasi seputar Daftar Pemenang Anugerah Riset Sobat Bumi 2014, sebelumnya berbagi informasi Pemerintah Pangkas Jumlah Anak Penerima BSM dan Mendikbud Jelaskan Nasib Guru TIK.

Pertamina Foundation memberikan penghargaan kepada 15 peneliti berbasis pembangunan berkelanjutan. Mereka menyisihkan 1023 proposal yang masuk ke panitia. Hibah penelitian yang diberi nama Anugerah Riset Sobat Bumi ini diikuti oleh beragam peneliti mulai dari mahasiswa hingga profesor.

“Hal ini membanggakan karena memperlihatkan kesadaran peneliti untuk berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masayarakat melalui penelitian berbasis pembedayaan masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Pertamina Foundation, Nina Nurlina Pramono, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Corporate Secretary Pertamina Nursatyo Argo, CSR Manager Pertamina Ifki Sukarya, dan Ketua Program Anugerah Riset Sobat Bumi Rida Hesti Ratnasari. Selain itu, hadir pula tiga peraih Anugerah Riset Sobat Bumi, yakni Linda Damarjati (Universitas Indonesia), Takhsinul Khuluq (Lembaga Pendidikan Seni Nusantara) dan Qouamunas Tsani Nurargimah (Institut Pertanian Bogor).

Ditegaskan Nina, Anugerah Riset Sobat Bumi mendapatkan respon luar biasa dibandingkan tahun pertamanya yang dihelat tahun 2013. Hal ini terbukti dari jumlah proposal yang masuk jauh melebihi perkiraan, bahkan mencapai dua kali lipatnya.

"Saya rasa reputasi dan kredibilitas yang disandang oleh Anugerah Riset Sobat Bumi yang membuat animo masyarakat membludak,” tegas Nina.

Semenara itu, Nursyatyo menambahkan, anugerah riset ini menjadi perwujudan komitmen Pertamina dalam membantu dunia pendidikan Tanah Air. Peneliti sebagai kaum intelektual di Indonesia, memiliki peran sentral dalam membangun iklim penelitian kondusif yang mampu menghasilkan beragam penelitian aplikatif, tepat guna dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Rida menegaskan, berbeda dengan tahun sebelumnya, penelitian ini berfokus pada disertasi S-3, penelitian mandiri serta penelitian berbasis pengabdian masyarakat. Artinya, siapa saja dapat mengajukan proposal,  dan tidak harus yang akan melakukan penelitian untuk skripsi atau tesis.

Yang terpenting lanjut Rida, proposal yang masuk dapat memenuhi empat aspek yang memiliki kesesuaian dengan empat pilar pembangunan berkelanjutan dan bobot manfaat penelitian bagi masyarakat. Dari 15 penerima Anugerah Riset Sobat Bumi, tujuh adalah kategori Penelitian Mandiri, enam kategori Pengabdian Masyarakat dan dua kategori Disertasi. Nilai hibah yang diberikan adalah Rp 50 hingga Rp 100 juta.

“Buktinya, Qouamunas Tsani Nuargimah mahasiswa Semester Dua IPB  yang mengajukan judul riset “Lamarin (Lampu Mandiri dan Ramah Lingkungan): Pemanfaatan Sumberdaya Tanah sebagai Energi”, bisa mengalahkan profesor-profesor yang juga ikut dalam Anugera Riset Sobat Bumi ini,” tegas Rida.

Bahkan kata Rida, Qouamunas Tsani Nuargimah awalnya sama sekali tidak mengira mendapatkan Anugerah Riset Sobat Bumi ini mengingat pesaingnya begitu berat.

Lain lagi cerita Takhsinul Khuluq dari Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Ia lanjut Rida, awalnya tidak yakin akan menjadi pemenang, mengingat selama ini riset bidang seni budaya selalu dipandang sebelah mata. Namun, ternyata proposalnya yang berjudul “Pembuatan Ensambel Musik Keroncong dari Bambu” membetot perhatian para juri.

Sedangkan Linda Damarjanti dari UI untuk kategori Pengabdian Masyarakat dengan judul riset “Pembangunan Komunitas Hutan Berkelanjutan Pentingnya Analisis Struktur, Kultur dan Proses dalam Program Pengembangan Komunisat Hutan” menurut Rida juga mengakui telah mengikuti berbagai hibah sejenis. Namun, Anugerah Riset Sobat Bumi memiliki keunggulan sendiri. Salah satunya adalah penekanan pada basis pembangunan berkelanjutan. “Ini saya rasa patut pendapatkan apresiasi,” katanya. (Sumber: JPNN).

Anugrah Riset Bumi

Kategori Disertasi: Ade Yeti Nuryanti dari Institut Teknologi Bandung dan Irwan dari Paris Technologi University.

Kategori Penelitian Mandiri: Syafrullah dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Budiman Achmad dari Balai Penelitian Teknologi Agroforestry, Masturi dari Universitas Negeri Semarang. Suhartono dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Takhsinul Khuluq dari Lembaga Pendidikan Seni Nusantara, Himawan Tri Bayu Murti Petrus dari Universitas Gadjah Mada dan Ahmad Rizqy Akbar dari Universitas Brawijaya,

Kategori Pengabdian Masyarakat: Robert Markus Zaka Lawang dari Universitas Indonesia, Budi Leksono dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tnaman Yogyakarta, Yossi Wibisono dari Politeknik Negeri Jember, Moh Taqiuddin dari Universitas Mataram, Qouamunas Tsani Nuargimah dari Institut Pertanian Bogor dan Linda Damarjanti dari Universitas Indonesia.

Demikian informasi seputar Pemenang Anugerah Riset Sobat Bumi 2014 semoga bermanfaat buat Anda semuanya.